Wednesday, October 28, 2009

Alhamdulillah........

Alhamdulillahi Rabbal 'alamin....

Ya, hanya kata-kata itulah yang mampu saya ucapkan ketika saya ditahbiskan menjadi Sarjana Manajemen di Sabuga 24 Oktober 2009. Pada hari itu, saya telah menunaikan masa studi selama 3 tahun di Institut Teknologi Bandung.

Terlalu singkat rasanya waktu yang telah dilewati dalam kampus yang terletak di Jalan Ganesha 10, Bandung ini. Masih banyak asa yang belum terwujud, masih banyak cerita yang belum terangkai dengan sempurna, dan masih banyak orang yang belum saya kenal :))

Jika diingat-ingat, tiga tahun yang lalu, saya datang ke Bandung dengan semangat yang membara, tapi asa yang tak terlalu membumbung. Mengapa? Hahaha..... Jujur, ketika SMA, saya tidak pernah bermimpi bisa berkuliah di tempat yang indah ini. Terlalu jauh dari angan..... Ketika itu, saya sadar bahwa saya hanyalah seorang siswi dari SMA di Semarang yang tidak termasuk top ten. SMA saya adalah SMA swasta, yang jarang didengar orang dan bahkan hanya ada satu orang alumni *kalau saya tidak salah ingat, angkatan 2001* yang pernah berhasil kuliah di ITB.

Lalu, angin apa yang membawa saya ke tempat Bung Karno pernah menuntut ilmu? Hmmm.... Ada dua alasan:

  1. '...Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka berusaha.' (Q.S Ar Ra'd:11) .

Ya, ini adalah alasan yang paling kuat mengapa saya, yang tidak ada apa-apanya dibandingkan lulusan SMA di Jakarta, khususnya SMA 8, 78, 81 ataupun lulusan SMA 3, 4, 5 Semarang ini berani nekat untuk ikut USM ITB pada tahun 2006. Yang ada dipikiran saya ketika itu adalah,
"Oh, c'mon Mutya, paling enggak lo harus coba. Jangan buat malu dengan menyerah sebelum bertanding. Hasil itu Allah yang menentukan, kalau lo gak pernah coba, bakalan nyesel. Toh, kalau lo gagal USM ITB, bukan berarti dunia lo hancur kan? Kalo gagal, ya coba lagi. Anggep aja kalo lo gagal, lo kayak orang yang lagi jatuh di tengah jalan. Nah, masa orang mau terus jatuh ditengah jalan? Kan bikin orang lain terganggu dan orang yang cuma berdiam diri itu orang yang tolol karena gak pernah sampai ke tempat yang dituju. Hahaha..... Yang perlo lo pikirin itu gimana kalo lo lolos USM ITB"
Hahaha.... ternyata kata-kata itu masih menempel dengan baik di otak saya ini....... Waktu itu, yang saya siapkan adalah mental ketika cita-cita itu tidak tercapai, tapi saya lupa bagaimana mempersiapkan diri ketika mimpi itu menjadi kenyataan. Hahahaha.......

  1. Ingin membungkam mulut teman saya! Hahahaha..... ini kok berasa balas dendam yah. Jadi, suatu saat saya bertemu dengan teman SMP saya *beda SMA* ketika ada perayaan hmmmm...... apa yah, kalau tidak salah tentang pemuda di depan SMA 3. Ketika itu, saya memanggilnya dengan cukup keras dan berada persis disebelahnya. Namun, tidak sedikitpun ia memperlihatkan bahwa saya ada disana dan menyapanya dengan cukup jelas. Heeeeeeee....... What's going on? Jangan karena saya bersekolah di tempat yang tidak sebaik dirinya, lalu dia bisa bersikap demikian. Padahal, saya dan dia telah menghabiskan waktu selama setahun dalam kelas yang sama. But, thanks to him, tiap inget wajahnya, rasa lelah ketika belajar langsung hilang. Yah, supaya kalau ketemu dia lagi, dia bisa lebih menghargai orang lain dan jangan langsung underestimate dengan orang yang tak seberuntung dia.
Peristiwa ini juga mengingatkan saya agar tidak memandang orang lain yang tidak seberuntung saya, dengan pandangan yang rendah dan menghinakan.

Balik lagi ke Sabuga.

Aaaaaaaaaaaaaa......... Rasanya masih gak percaya, tiga tahun yang lalu, di tempat ini saya bertemu dengan teman-teman se-SBM waktu pendaftaran ulang pasca USM. Bahkan, masih jelas diingatan waktu pengembalian formulir USM bareng Dek Nana & Happy *tengkyuuuu banget udah nungguin sekitar 2 jam di siang bolong dan dengan perjalanan antara kebun binatang ke Sabuga dengan memakai sepatu yang tidak nyaman buat jalan jauh.... hehehehe*, masih inget juga USM di GKU Timur di lantai 4, bareng Ebel & Experina, masih inget waktu masuk ke gedung SBM yang super nyaman & dengan fasilitas yang wow, ampe buat terbengong-bengong *hahaha, lebay*.

Dan yang membuat rasa ketidakpercayaan-bahwa-ini-semua-nyata semakin lengkap adalah Allah memberi rizky kepada saya untuk lulus dengan predikat cum laude. Memang, untuk mendapatkan gelar cum laude di prodi saya tidak sesusah di prodi yang lain *begitulah hal yang saya dengar dari teman-teman saya di berbagai jurusan*, tapi paling tidak, ini di luar perkiraan saya karena ketika tingkat satu akhir, saya mengalami permasalahan kesehatan yang membuat IP saya waktu itu jatuh. Setelah IP saya jatuh ketika itu, saya sudah tidak memikirkan IPK lagi, yang penting jalani saja dengan sebaik mungkin.

Gelar ini, saya persembahkan buat semua orang yang telah membantu saya selama ini dengan sangat baik, terutama kepada kedua orang yang tak kenal lelah dalam mendoakan anak sulungnya ini dan juga kepada Nenek saya tercinta yang sudah sering saya repotkan dengan berbagai masalah.

Yang ada sekarang adalah, 'Apakah gelar itu dapat berpengaruh pada kehidupan saya paska kampus?' Hmmmm, rasanya tidak. Sudah sering kita dengar bahwa lulusan universitas ternama dengan gelar cum laude yang gagal dalam kehidupan paska kampus. Banyak dari mereka yang 'hanya' mendapat tempat yang tidak terlalu strategis di perusahaan, bahkan sebagian dari mereka menjadi pengangguran karena tidak mendapat pekerjaan setelah melamar kesana-kemari. Padahal, banyak dari teman kuliah mereka yang sering membolos dari perkuliahan dan ber-IPK jauh lebih rendah dari para cum lauder yang sukses dalam karir. Sungguh kenyataan yang pahit.

Pelajaran yang dapat saya petik dari fenomena tersebut adalah, bahwa terkadang hidup itu tidak seindah yang kita bayangkan. Terkadang, ada saja hal yang dapat membuat kita kufur dari nikmat Tuhan. Lulus dengan predikat cum laude memang menjadi impian buat banyak orang. Tapi, perlu diingat juga bahwa nasib orang itu berbeda-beda, tidak semua yang cum laude dalam perihal akademik akan menjadi cum laude juga dalam hal karir. Memang, nasib itu di tangan Tuhan, tapi bukan berarti kita hanya berdiam diri karena '...Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka berusaha.' (Q.S Ar Ra'd:11) .'

Salam sukses buat para sarjana baru. Ingat, rakyat menanti karya-karyamu!

Monday, July 6, 2009

belanja di supermarket

Assalaamu'alaykum warahmatullah!

Di cerita petualangan gw kali ini, gw pengen membahas tentang belanja di supermarket! Here we go.....

Sejak kuliah di Bandung, nambah satu lagi hobi gw yaitu belanja ke supermarket. Kenapa ke supermarket dan bukan ke pasar? Hehehe.... mengingat waktu gw sedikit dan dilihat dari segi kepraktisan, belanja di supermarket merupakan suatu alternatif yang baik. Selain pilihannya banyak, juga bisa dianggap sebagai hiburan buat mata, kaki dan hidung. Lho, kok bisa?

Gini, kalau belanja di supermarket biasanya kan lebih bersih dan enak buat melemaskan otot-otot kaki. Trus, apa hubungannya dengan hidung? Ehehehe.... sabar, itu akan dijelaskan di bawah.

Anyway, ada beberapa tempat belanja favorit gw di Bandung, yaitu:

  • Hypermart, BIP coz tempatnya luas & bersih, pilihannya lengkap, ada bakery corner-nya, dan cukup dekat dengan kostan gw waktu itu --- di Cisitu, ketika tingkat 1---
  • Giant di daerah Setiabudi. Ohohoho, untuk tempat yang satu ini banyak kenangan yang tercipta dengan om kesayangan gw, adek dari bokap, namanya Moh Taat Effendy. Tapi gw lebih sering manggil om gw ini dengan sebutan Mas Moh. Eh, panggilan itu dia yang minta ya......Karena selisihnya cuma 9 tahun.... Ahahahaha....
Dulu, sering setelah nge-gym di Rebel dekat Maranatha, pulangnya mampir ke Giant, entah cuma buat beli dairy products atau yang lainnya. Kegiatan ini berlangsung selama gw ngontrak rumah di daerah Geger Kalong.
  • Giant di daerah Cihampelas. Yang ini karena lokasinya paling deket ama kostan gw yang sekarang.
Kalau ke Giant yang ini, gw sering pergi jalan kaki sendiri, meskipun kadang-kadang naek becak atau angkot *kalau dari kampus* bareng Puti/Bu Otih *bibi kostan*/Lisa *anaknya Bu Otih*.

Nah, satu hal yang paling gw suka kalau ke supermarket adalah mendatangi rak shampoo atau sabun atau detergen atau pewangi ruangan. SUKA BANGET! Hahahaha..... Gw termasuk orang yang suka sama aroma wangi dari produk-produk itu selama wanginya tidak terlalu tajam hingga menusuk hidung.

Freak? Yeah, I know it. Hahaha.....

Kecintaan gw untuk mencium wewangian ini biasanya tersalurkan kalau datang ke supermarket atau ke outlet Body Shop. Beuh, kalau udah ke Body Shop, biasanya keliling buat nyari aroma yang menurut gw paling enak. Sampai saat ini, ada 2 fragrance dari Body Shop yang gw suka yaitu Moringa & Blueberry. Sayang, produk dengan fragrance Blueberry udah gak tersedia lagi di Indonesia karena menurut salah satu shop assistant-nya kurang laku..... Hmmmmm.... Too bad.

Berhubung datang ke Body Shop juga jarang banget, makanya supermarket adalah salah satu tempat terbaik buat melakukan hobi ini.... Hahahaha........

Oh ya, nyambung ke salah satu petualangan berbelanja. Pernah ketika asyik belanja ama Bu Otih di Giant, ada hal yang konyol dan cukup memalukan.

'Mbak, habisnya sekian sekian sekian,' kata seorang cashier.

'Oh, tunggu bentar ya,' jawab gw tenang sambil mencari benda coklat bernama dompet

*grusak grusuk klotak klotek* setelah beberapa saat..... 'Aduh, dompet gw mana sih? Perasaan tadi masih ada kok buat bayar angkot sepulang kuliah. Ups, jangan-jangan gw kecopetan.'

'Bu, ibu lihat dompet saya gak? Dompet saya gak ada nih,' sambil berpaling ke Bu Otih

'Waduh, enggak tuh Neng,' jawab Bu Otih dengan nada cemas

'Eits, bentar-bentar, kayaknya tadi gw kuliah gak pake tas ini deh, tapi pakai tas yang satunya. Ooowwwww, berarti dompet gw ketinggalan di tas satunya!'

*sambil dilihatin daritadi ama Mbak kasirnya*

'Ehehehe.... Mbak, dompet saya ketinggalan di kostan. Saya ambil dulu yah. Aduh, maaf yaaaa....'

'Oh, gak papa Mbak. Silakan diambil dulu,' balas Mbak Kasir

'Oke, Bu Otih disini dulu ya, saya mau lari ke kostan!'

'Iya, Neng. Neng sing ati-ati nyak.'

Dan kemudian gw berlalu meninggalkan Bu Otih sebagai jaminan *Bu, maaf yahhhh....* dan membuat orang yang antri di kasir yang sama dengan gw terbengong-bengong.

'Hmmm.... lagi pakai sepatu teplek, kalau lari juga gak bisa cepet nih. Atau gw nyeker aja ya?' pikir gw waktu itu.

Eits, ketika sudah ancang-ancang buat nyeker, terlihatlah di sudut mata abang becak yang sedang tidur-tidur ayam.

'Pak, anterin saya ke Prof Eyckman no xx *alamat lengkap dirahasiakan demi kepentingan umum.... ehehehehe*. Yang ngebut ya, Pak.'

'...........', pak becak sambil mengayuh becaknya sekuat tenaga

Dan singkat cerita, pak becak telah berjasa membuat Bu Otih terbebas dari 'tawanan' dan gw bisa pulang dengan membawa Bu Otih dan barang-barang dengan selamat. Thank you, pak becak. You are one of nowaday hero! Ehehehe......

Pesan moral: kalau mau belanja, pastikan dompet bersama Anda!

Meskipun suka belanja di supermarket, it doesn't mean that I hate pasar tradisional. Gw malah CINTA pasar tradisional, karena disitulah tempat kakek nenek buyut gw mengais rejeki hingga karyanya bisa bertahan dan gw masih nikmatin sekarang hasilnya. Pengennya ada management yang lebih baik terhadap pasar tradisional, supaya jadi lebih nyaman dan aman. Kan kalau pasar tradisional berubah menjadi lebih 'ramah', bangsa kita yang untung.

Saturday, June 6, 2009

1,2,3,4,5

Bismillah....

Alhamdulillah, akhirnya punya kesempatan buat isi blog lagi setelah sekian lama. Bingung juga mau nulis apa.... ehehehe.....

Oh ya, mau cerita aja kegiatan akhir-akhir ini:

1. Kuliah? Dududududu..... lagi SP dari juni ampe juli. Pelajarannya? Strategic and Change Management.....

Kuliah ini diajarkan oleh Pak John Welly/Pak Harimukti Wandebori/*satu lagi dosen, tapi lupa namanya siapa* secara bergiliran setiap hari kamis mulai jam 9-17. Super lamaaaa......! Hahaha.....

Tugas kuliah kali ini mewajibkan setiap tutorial room buat berperan sebagai salah satu dari empat nama perusahaan yang ditentukan. Tutorial gw *tutorial A* dapat peran sebagai PT Inti.
Nah, setiap orang dapat peran tersendiri sesuai dengan struktur organisasi yang ada. Tadinya ada yang mengajukan gw buat jadi VP HR, tapi berhubung gw lagi rebek pulang balik jakarta dan gak mau diribetin, makanya lebih baik jadi manager/staff HR aja... Hahaha....

Di divisi HR, ada lima orang, yaitu Dila as VP HR, gw as manager general affair, rafdy as manager hukum & kepatuhan, mj as manager MSDM, sama icha yang bantuin kita semua.

Tujuan dari kuliah ini adalah mengetahui posisi perusahaan tersebut dan bagaimana agar ia tetap bertahan pada beberapa tahun mendatang.

2. Skripsi

Nah.... ini luar biasa seru. Selama seminggu lebih, gw melakukan pengambilan data di Pertamina. Ada banyak cerita dari sana, mulai dari yang bikin mati gaya ampe ketawa ngakak. Yang paling bikin gw seneng adalah ternyata orang-orang divisi organisasi sangat kooperatif dalam memberikan data dan banyak ngebantuin gw..... Seneeeeeeenggggg banget. Alhamdulillah

3. Rencana setelah kuliah

Hmmm, selama beberapa saat, gw sempat konsultasi ama beberapa orang mengenai rencana setelah lulus kuliah. Mulai dari mama, budhe, adek kelas, ampe kenalan kena sabetan cerita gw semua.... Hahahaha....

Selama brainstorming, sempat muncul ide buat ambil sertifikasi internasional buat jadi konsultan di bidang remunerasi. Tapi, masih belum mantap karena harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, udah diminta mama buat ngurusin bisnis keluarga.... Hmmm, bingung.

Eh, tapi kenapa harus bingung?

'Kalau bingung, tanya saja sama Allah, Nak. Biarkan Allah yang menunjukkan jalan yang terbaik.' Begitulah suara yang muncul di benak gw.

Yayaya.... hidup adalah pilihan. Banyak pilihan yang datang secara tiba-tiba, tanpa pernah diduga sebelumnya. Terkadang, terlalu sedikit pilihan membuat stress, tapi terlalu banyak pilihan tambah bikin stress..... Kekekekek.......

4. Harus nulis resume buku

Buku yang harus gw tulis resumenya adalah Iman Rukun, hakikat dan yang Membatalkannya karya Dr Muhammad Nu'aim Yasin. Masih belum kelar baca.... Hohoho, padahal sudah ditunggu-tunggu hasil resumenya oleh seorang teman. Ckckckck..... *Makanya, manfaatkan waktu dengan benar, Mut*

5. Mempraktekkan Quantum Ikhlas!

Yeah! Asyik banget loh mempraktekkan quantum ikhlas! Di situ dijelaskan bahwa sesungguhnya, positive feeling bisa lebih berpengaruh daripada positive thinking.

Woohoo! Sebagai orang yang lebih mengedepankan perasaan daripada logika, tentu buku ini sangat menyenangkan bagi gw. Hasilnya, alhamdulillah gw bisa menjalani kehidupan dengan perasaan lebih ringan dan lebih positive dari sebelumnya.

Nah, sampai disini cerita dari Mutya. Lain kali, disambung lagi, insya Allah.

Oh ya, quote of the day: 'Belajarlah dari banyak orang, baik yang gagal maupun yang sukses. Kenapa harus belajar pada orang yang gagal? Agar kita tidak melakukan kesalahan sama yang telah ia perbuat. Keep on learning as long as you live.'

Wassalaam

Friday, February 27, 2009

pilih mana: jadi CINTA PERTAMA atau CINTA TERAKHIR?

bismillah....

Di toilet cewek lantai 2 SBM, suatu siang, tiba-tiba tanpa ada angin ataupun hujan, percakapan aneh ini dimulai

Sahabat: 'Eh Mut, pilih mana jadi cinta pertama atau cinta terakhir?'

Gw: 'Ya jadi cinta pertama dong.'

Sahabat: 'Hah? Kenapa Mut?'

Gw: 'Ya iyalah, paling enak kalo jadi cinta pertama karena itu heboh banget. Gak semua cewek itu bisa dapat kesempatan jadi cinta pertama.'

Dalam pikiran gw, cuma segelintir cewek 'beruntung' yang dapat kesempatan ini. --- ahahaha, lebay mode on--- Nih, ada beberapa alasan kenapa gw milih jadi cinta pertama:

1) Jadi cinta pertama itu berasa last forever. Meskipun si cowok ini udah kakek-kakek, kalo ditanya siapa cinta pertamanya kemungkinan besar dia masih inget... hehehe.....

2) It always nice to be number one!

3) Cinta pertama itu pasti, cinta terakhir itu blom pasti. Hampir mirip alasan yang pertama, kalo ditanya cinta pertama itu udah jelas siapa, tapi kalo cinta terakhir, siapa yang bisa memastikan?

4) Sudah kehabisan ide gw..... ahahaha

Sahabat: 'Wah, kalo aku ya Mut, lebih milih jadi cinta terakhir, karena menurutku semua cewek itu adalah cinta pertamanya cowok.'

Gw: 'Hmmmmm....'

Sahabat: .........

Nah, satu yang dipikiran gw saat ini, kok bisa ya dia ngejawab seperti itu? Padahal kan jumlah populasi cewek lebih banyak daripada cowok. Berarti alasan dia bisa gugur.... *hahaha, kayaknya akhir-akhir ini pelajaran debat di mata kuliah SBM udah meresap ke otak gw, ampe mikir argumentasi sahabat gw bisa digugurkan*

Hmmmm, kesimpulannya sih, it doesn't matter mau pilih jadi cinta pertama atau cinta terakhir, karena satu yang gw yakini, it always nice to be loved by someone. Dan yang lebih penting lagi, cinta sejati itu hanya milik Allah semata.

Allahua'lam......

Thursday, February 12, 2009

what hapenned with my world, lately

bismillah....

Ada satu pertanyaan yang menggelitik pikiran gw akhir-akhir ini.

'Mut, kapan mau nikah?'

Dueeennnnnnggg..... I suddenly get shock and nervous to think about the answer......

Pertanyaan itu terlontar dari mulut seorang teman sekelas gw *cewek..... untung bukan cowok yang nanya.... ahahaha* beberapa hari yang lalu. Hmmmm..... kalo boleh sedikit flashback, ternyata udah ada sekitar 3-4 orang yang menanyakan hal yang sama, walaupun gak straight to the point.

Frankly, gw jadi speechless kalo ngomongin hal yang satu itu. Otak gw berasa membeku, jantung berdegup kencang, nafas menjadi (sedikit) memburu, dan pipi gw berubah bersemu merah.....

Hmmmm.... menikah....

Pernah terbesit keinginan untuk menikah dalam waktu yang dekat *walaupun belum jelas dengan siapa gw menikah... ahahaha*. Dalam pikiran gw waktu itu, pokoknya nikah. Kenapa menikah? Biar gw tenang. Tenang hati dan pikiran.

Tapi kalo dipikir-pikir lagi kok kesannya egois banget ya..... Gw bener-bener mendambakan ketenangan, tapi belum bisa menjanjikan untuk memberikan ketenangan kepada suami gw kelak. Gw belum mempunyai bekal ilmu yang cukup, begitu pula dengan mental. Gw masih berasa bener-bener membutuhkan banyak effort untuk melakukan hal yang dapat menyempurnakan setengah dien gw ini.

Hal yang paling gw takutkan adalah ketika saat itu (baca = menikah) datang, gw belum siap dan akan membuat hati lelaki itu terluka.....

Teringat seorang kawan berkata, 'Mut, married is about learning. Jadi, justru dengan menikah, bisa menjadi suatu katalis untuk membuat kita menjadi insan yang lebih baik. So, cepatlah menikah Mut.....' *kurang lebih disampaikan seperti itu, walaupun gw rada lupa redaksi detailnya*

Ya.... menikah....

Simpel banget pengucapannya, tapi kenyataannya gak sesimpel itu....

Dibutuhkan adanya keikhlasan untuk menyatukan dua hati.... Bukan, lebih tepatnya dua keluarga agar terjalin ukhuwah yang indah dan harmonis. Dibutuhkan adanya kesabaran untuk menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Dibutuhkan adanya ketulusan untuk memberikan yang terbaik kepada pasangan kita.......

Menikah.... *menghela nafas panjang*

Well, gw pikir kalo memang sudah waktunya ketemu jodoh dan menikah, tentu kita gak bisa menghindar. Tapi sebelum saatnya itu tiba, Mutya pengen mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah *kata sahabat gw, 'Mut, tambahkan doanya dengan wadda'wah supaya lebih sempurna.....'*

Amiin.... Ya Rabbal 'Alamiin.....

Thursday, February 5, 2009

aku.mereka.dia

aku.mereka.dia.
semua

aku.mereka.dia.
berlari

aku.mereka.dia
sama

aku.mereka.dia
berkata

aku.mereka.dia
cinta

aku.mereka.dia
aku mereka-reka dia

aku.mereka.dia
mereka mengakui dia

aku.mereka.dia
AKUDIAantaraMEREKA

aku.mereka.dia
dia mereka-reka aku

aku.mereka.dia
berada

aku.mereka.dia
tertawa

aku.mereka.dia
diam

aku.mereka.dia
tertegun

aku.mereka.dia
berlari

aku.mereka.dia
memandang

aku.mereka.dia
aidakeremuka

aku.mereka.dia
aku cinta mereka dan dia
tapi aku lebih cinta Dia.


Bandung. SBM ITB Building. 3rd floor.

Thursday, December 18, 2008

tertawa dan tersenyum ala Mutya

'Eh Mut, kenapa sih lo kalo ketemu gw suka senyum-senyum sendiri?' tanya temen sekampus gw dengan entengnya....

'Hah? Apaan sih?' balas gw

'Tuh...tuh... benerkan lo senyum-senyum'..... kata dia gak mau kalah

'Dih, GR banget sih lo!!!!!' teriak gw ke dia

Nah, itu komentar salah satu temen cowok gw yang dengan semena-mena bilang gitu, and in almost all time when I meet him..... brrrggggghhhhh.......

Kalo gw pikir-pikir lagi, kayaknya udah sering banget deh orang ngira gw lagi senyum-senyum gak jelas and berpikir pasti ada sesuatu ama gw. But I tell u, emang tampang gw kayak gini.... Mode normal muka gw itu emang kayak orang lagi ketiban rejeki undian satu milyar.... jadi bawaannya pengen senyum terus, meskipun emang gak ada apa-apa.....

Pernah salah satu temen gw bilang, kalo gw gak pasang tampang senyum gitu, berarti gw emang lagi punya masalah atau sakit.....

Hmmmm.... gw tiba-tiba kepikiran, kayaknya hobi gw untuk tersenyum dan tertawa ini emang udah memasuki tahap 'akut'. Gimana gak akut kalo pasti ada aja yang bikin gw ketawa terhadap seuatu hal, even itu sebenernya gak ada lucu-lucunya buat orang lain. Nih, salah satu hal yang paling sering bikin gw ketawa adalah ngelihat temen lo lagi asik mikirin sesuatu dan cara dia meyakinkan orang-orang sekitar dengan bersemangat.... Dan hal itu udah sukses bikin gw tertawa, tapi bukan menertawakan dalam artian buruk.... Gw tertawa karena ngelihat semangat dalam diri temen-temen gw dan itu bikin gw jadi bersemangat dan pengen ketawa.... That's it...

Nah, saking seringnya ketawa, di kelas 3 A itu udah terkenal trio pemilik tertawa maut, yaitu tassa, dini ama gw.... Udah sering banget tuh kalo misalnya gw lagi hang out ama mereka trus tiba-tiba ada suara cewek asing yang lagi tertawa biasanya si radeya atau bayu suka ngeledekin gw 'Hmm... Kenapa Mut? Pasti dalam pikiran lo weits, ada cewek yang ketawanya lebih heboh daripada gw, kan? Hahahaha.... Ngaku aja Mut'

Hahaha.... Well, menurut gw itulah ciri khas dari seorang sanguinis, yaitu kalo tertawa paling heboh dan biasanya paling kedengeran alias paling keras. Kadang gw ngerti sih kalo cwek gak boleh ketawa heboh gitu... tapi, gw emang menikmati saat-saat gw tertawa jadi kalo gw paling suka kalo tertawa lepas. Si Lollie ama pernah bilang 'Gw paling suka deh ngelihat Mutya ketawa, abis kayaknya lepas banget.....' hahahaha.... makasih Lollie :)