Friday, October 1, 2010

Meresapi Basmalah

Seberapa sering kata Bismillahirrahmanirrahim keluar dari mulut kita? Let's see, setidaknya 17 kali dalam sehari *dengan catatan Anda adalah pengikut dari mahzab Syafi'i yang berpendapat bahwa itu termasuk dari QS Fathihah yang wajib dibaca ketika shalat*

Nah, menariknya, baru kali ini rasanya saya kepentok sama kata Basmalah.
Entah mengapa, akhir-akhir ini hampir setiap saya melangkah, selalu ketemu dengan pembahasan kata Basmalah. Mulai dari tayangan di TV; kunjungan kerja eh salah kunjungan silaturrahim ke tempat Budhe; baca buku; baca tulisan orang; bahkan hingga acara halal bihalal Minggu malam di lingkungan tempat tinggal saya.

Hmmm.... Berhari-hari saya berpikir, ini pertanda apa ya? *saya adalah tipe orang yang percaya dengan adanya tanda-tanda* Daripada bingung, mending saya baca Tafsir Qur'an. Kebetulan di rumah cuma ada Tafsir Al Mishbah, ya sudah saya pegang itu saja. Ini yang saya simpulkan dari buku Quraish Shihab itu:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim

artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kata penyusun  Bismillahirrahmanirrahim:

Ba' (dibaca bi)  diterjemahkan dengan kata dengan. Ia bisa diasosiasikan dengan kata memulai & kekuasaan. Kata memulai pada Basmalah memiki semangat untuk menjadikan (nama) Allah sebagai pangkalan tempat bertolak

Sedangkan kata kekuasaan dapat berarti bahwa segala aktivitas tak akan berhasil tanpa kekuasaan & pertolongan Allah.

Rasulullah saw bersabda: "Setiap perbuatan yang penting yang tidak dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim maka perbuatan tersebut cacat (HR as Suyuthi)

Isim. Kata isim terambil dari kata as-sumuw yang berarti tinggi atau as-simah yang berarti tanda. Dengan kata lain, nama merupakan tanda bagi sesuatu serta harus dijunjung tinggi. Menurut sementara ulama, kata isim digunakan di kata Basmalah sebagai penguat.

Setiap hal yang diharapkan darinya keberkatan Allah atau dimaksudkan demi karena Allah maka disisipkan kata isim. Sedangkan bila dimaksudkan untuk memohon kemudahan & bantuan Allah maka tidak disisipkan kata isim.

Sayyid Muhammad Husain Thabathaba'i, ulama Syiah Iran kenamaan, menulis dalam tafsir al-Mizan bahwa manusia memberi nama bagi sesuatu dengan berbagai tujuan. Tiga tujuan diantaranya adalah:

  • Mengabadikan sesuatu
  • Mengenang sifat & keistimewaan yang dinamai tersebut agar direnungkan & diteladani
  • Agar memeroleh berkat dari yang dinamai

Allah. Kata Allah merupakan nama Tuhan yang paling populer, yang telah mencakup semua nama-Nya yang lain. Secara tegas, Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri yang menamai dirinya Allah: "Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku" (QS Thaha: 14)

Banyak ulama berpendapat bahwa kata Allah berasal dari kata Ilah yang dibubuhi alif & lam. Alif & lam yang dibubuhkan pada kata Ilah berfungsi menunjukkan bahwa kata yang dibubuhi itu (Ilah) merupakan sesuatu yang telah dikenal dalam benak. Sama seperti penggunaan "The" dalam bahasa Inggris.

Jika Anda menyebut nama Allah, maka hati Anda akan merasa tenang. "Dengan mengingat Allah, akan menjadi tenteram hati" (QS ar Ra'd:28). Ketenangan itu muncul jika Anda percaya bahwa Allah adalah Penguasa Tunggal & Pengatur alam raya yang segala sesuatunya berada dalam genggaman-Nya.

ar-Rahman & ar-Rahim


Tuhan memiliki 99 nama (asmaul husna), akan tetapi yang terpilih dalam Basmalah hanya dua sifat, yaitu ar-Rahman & ar-Rahim. Agaknya kedua sifat ini dipilih karena sifat itulah yang paling dominan.

ar-Rahman & ar-Rahim berakar dari kata rahim yang berarti peranakan. Tetapi, jangan disimpulkan bahwa Rahmat Tuhan sepadan dengan sifat rahmat ibu. Hal ini dikarenakan bahawa tidak ada satupun wujud yang menyamai-Nya dalam hal Zat, sifat maupun perbuatan. Rasulullah saw "mendekatkan" gambaran besarnya rahmat Tuhan dengan sabdanya: "Allah swt menjadikan rahmat 100 bagian. Dia menyimpan di sisi-Nya 99 bagian & diturunkan-Nya ke bumi satu bagian. Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (Begitu meratanya sampai-sampai satu bagian yang dibagikan itu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat kakinya, karena dorongan kasih sayang, khawatir jangan sampai menginjak anaknya" (HR Muslim)

Kata ar-Rahman menggambarkan bahwa Tuhan mencurahkan rahmatnya yang bersifat sementara di dunia. Rahmat ini meliputi seluruh makhluk, tanpa terkecuali & tanpa membedakan antara mukmin & kafir. Sedangkan kata ar-Rahim menggambarkan bahwa Dia memiliki sifat rahmat yang melekat pada diri-Nya. Rahmat ini bersifat kekal & akan diberikan di akhirat hanya untuk makhluk-makhluk yang mengabdi pada-Nya.

Syaikh Muhammad 'Abduh menilai penggabungan kata Allah, ar-Rahman & ar-Rahim dalam kata Basmalah, merupakan bantahan tidak langsung kepada konsep trinitas. Allah, meskipun memiliki banyak nama, tapi Zat-nya hanya satu. 

Rahasia 19 huruf pada Basmalah

Penulisan kata bismi dalam Basmalah ( بِسْمِ ) tidak menggunakan huruf "alif", selayaknya tata cara tulis baku pada bahasa Arab( بِاسْمِ). Rasyad Khalifah berpendapat hal ini agar jumlah huruf pada Basmalah berjumlah 19. Angka 19 memiliki rahasia yang berkaitan dengan Al Qur'an

Dalam al-Qur'an, kata "isim", "Allah", "ar-Rahman" & "ar-Rahim" mempunyai jumlah yang dapat dibagi habis oleh angka 19. Kata "isim" terulang sebanyak 19 kali, kata "Allah sebanyak 2698 kali (2698:19=142), "ar-Rahman" 57 kali (57:19=3) dan "ar-Rahim" 114 kali (114:19=6). Ini merupakan salah satu kunci yang menjamin keotentikan al-Qur'an hingga akhir zaman.

La haula wa la quwata illa billah  (لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ)   juga memiliki 19 huruf. Dalam QS al-Muddatstsir:30 menyatakan bahwa malaikat penjaga neraka berjumlah 19. Basmalah & hauqalah tersebut dapat menjadi perisai terhadap kesembilan belas penjaga neraka, jika kita dapat menghayati & mengamalkan tuntunan kedua kalimat tersebut.

Oh ya, Basmalah sudah dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim as, baik diucapkan atau dituliskan dalam bahasa Arab maupun bukan Arab.

Kesimpulan:

  • Permulaan & akhir usaha setiap muslim adalah bersumber & berakhir pada kekuasaan Allah yang bersifat ar-Rahman & ar-Rahim.
  • Memulai dengan nama Allah adalah adab & bimbingan pertama yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah: Iqra' Bismi Rabbika.
  • Dengan menyebut nama Allah, dapat menghindarkan perbuatan yang kita lakukan dari nafsu yang buruk.
Wallahu a'lam bishshawab. Semoga bermanfaat :)


No comments:

Post a Comment