Tuesday, March 19, 2013

Mempertanyakan Keimanan

"Membaca atau mengucap syahadat sungguh berbeda dari mengalami syahadat. Syahadat bukanlah bacaan & pengalaman syahadat bukan sekadar pembacaan" [Candra Malik]
Menyatakan bentuk keimanan terhadap Deity dan menerjemahkannya dalam tindakan non verbal adalah dua hal yang berbeda. Syahadat, begitu muslim mengenalnya, terdiri dari dua pernyataan. Bagian pertama menyatakan tiada tuhan selain Tuhan. Bagian kedua menyatakan pembenaran bahwa ada manusia bernama Muhammad, merupakan utusan Tuhan.

Selama beberapa tahun terakhir, syahadat bukanlah hal yang sederhana bagi saya. Ini merupakan sesuatu yang rumit. Melibatkan pembuktian kebenaran kedua pernyataan tersebut, yang sayangnya tak semudah diucapkan. Mengingatkan pada pelajaran Introduction to Mathematical Thinking dari Prof Keith Devlin, bahwa pernyataan tersebut bersifat shahih dengan syarat. Pernyataan dengan kata sambung DAN bernilai shahih jika keduanya benar. CMIIW

Dalam sehari, seorang muslim diharapkan setidaknya mengucapkan syahadat sebanyak 10 kali, di dalam shalat wajib. Menegakkan shalat, begitu katanya. Tafsiran manusia, khususnya muslim, terhadap penegakkan shalat pun bisa jadi beragam. Jika shalat hanyalah ritual, maka syahadat tak ubahnya ucapan sehari-hari tanpa makna.

Saya meyakini ada kekuatan besar yang mengatur alam semesta ini dengan sempurna. Kebanyakan manusia melabelnya dengan Tuhan. Lalu, sejauh mana usaha manusia dalam mengenal Tuhan dan 'menjadikannya' Tuhan? Beberapa orang dengan berani mengklaim bahwa Tuhan menginginkan begini dan begitu. Bahwa tafsiran mereka akan Tuhan adalah yang paling benar dan terbaik. Bagaimana bisa mengklaim kebenaran jika mereka tidak mengkonfirmasikannya langsung terhadap Tuhan?

Setiap homo sapiens memiliki 'Tuhan'. Bergantung pada definisi dan konsep yang ia miliki. Atheis tak punya 'Tuhan'? Bisa jadi mereka menuhankan pemikiran mereka sendiri. Jadi, ketika membaca tulisan 'Tuhan' tafsirannya bisa sangat beragam.

Ketika seseorang mengakui adanya kekuatan Maha Besar bernama Tuhan, apakah otomatis ia menuhankan-Nya? Menuhankan dan menyekutukan Tuhan itu batasnya sangat tipis. Bisa jadi tanpa sadar kita menuhankan tafsiran kita sendiri akan Tuhan dan ayat. Kebanyakan manusia jaman modern seolah tak bisa hidup tanpa uang. Sehingga seolah seluruh hidupnya akan ditentukan oleh benda bernama uang--Padahal sistem uang merupakan sistem yang dibuat oleh manusia sendiri.-- Berapa banyak manusia yang menjalan ritual ibadah tapi masih memiliki kesedihan akan masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan? Sehingga seolah tak percaya bahwa ada Tuhan yang akan memberikan yang terbaik --tergantung tafsiranmu akan solusi terbaik juga :) --

Wednesday, December 19, 2012

Braggin' Yerself, Kiddo?


Layaknya orkestra, sebuah perusahaan yang baik terdiri dari individual dengan kemampuan yang mumpuni pada bidangnya serta membutuhkan kerjasama agar menghasilkan output yang baik. Setiap individu, mempunyai perannya masing-masing dalam menentukan arah perusahaan. Ada peranan yang mudah digantikan, dan ada juga yang tidak. Tergantung dari sistem yang diciptakan. 

Seorang pimpinan perusahaan yang baik dan bijak, tahu bahwa keberhasilan perusahaan tidak bisa dikaitkan hanya dengan individu tertentu. Seberapapun baik kemampuannya, pemimpin bukanlah apa-apa jika tak mendapatkan rekan kerja --ya, saya lebih suka menyebut karyawan sebagai rekan kerja-- yang mumpuni. Kalimat seperti 'Perusahaan ini bisa maju dan berkembang karena jasa saya' dan sebagainya itu terdengar menggelitik. Setidaknya telinga saya yang tergelitik karena betapa sering akhir-akhir ini saya mendengar hal semacam itu. 

Saturday, November 24, 2012

Identitas

"Eksistensi dan identitas manusia tak harus dipajang di socmed ataupun internet.... Tak perlu lah dunia tahu siapa dirimu, apa tanggung jawabmu, apa jabatanmu. Biarkan itu semua terjawab oleh tindakan dan karya." [kutipan bebas dari Ayah]

"Manusia bisa memiliki lebih dari satu identitas. Tak perlulah mengeluarkan semua yang kita pikirkan ataupun menunjukkan semua kemampuan kita jika tak tahu berhadapan dengan siapa." [Dearest]

Ketika terlahir di dunia, manusia telah memiliki identitas, setidaknya nama dan asal muasalnya. Identitas dapat berkembang seiring waktu yang tercipta oleh lingkungan sekitar serta pengalaman. Bisa jadi, dalam keberjalanannya, orang tua menjadi kabur akan identitas anak mereka.

Monday, August 13, 2012

Lessons Learned from Miyuki Inoue & Michiyo Inoue

Merasa selalu ada kekurangan dalam fisik? Jangan. Kita perlu belajar pada sepasang anak beranak dari Jepang ini, Michiyo & Miyuki Inoue. Miyuki terlahir 500 gram, tanpa seorang ayah. Tak hanya itu, untuk menjamin keselamatan dirinya, ia menjadi buta akibat intensitas oksigen yang tinggi dalam inkubator. 

Meskipun begitu, Miyuki mampu bertahan hidup. Bahkan wanita yang terlahir 21 Agustus 1984 ini memiliki ketrampilan & kemauan yang mungkin tidak dimiliki mereka yang terlahir normal. Ia mampu menjuarai kompetisi menulis; menaiki sepeda & skuter; melakukan berbagai macam olahraga (senam lantai, berenang, trampolin, roller blade, voli untuk tuna netra, ground golf & maraton) beragam kesenian (menggambar, mematung, kolase kertas, memaku & memalu) serta mampu mengurus pekerjaan rumah. 

Lalu, faktor apa yang membuat Miyuki bisa melakukan itu? IMO, didikan dari Ibunya. Michiyo berasal dari keluarga yang berantakan. Diabaikan Ibu kandungnya sendiri, tak mengenal kasih sayang Ayah, serta nyaris dilecehkan kekasih Ibunya. Semua itu menjadikan Michiyo tumbuh menjadi perempuan yang tangguh. Ia tak mengenal sosok Ibu, sehingga Michiyo lebih pantas jika disebut berperan sebagai ayah bagi Miyuki. 

Jika pada umumnya Ibu bersifat lemah lembut, Michiyo lebih tega dalam mendidik anak. Karena ketetapan hatinya membiarkan Miyuki merasakan akibat dari setiap keinginan yang terlontar, membuat Miyuki berkembang menjadi wanita yang sama tegarnya. Miyuki menjadi wanita yang dewasa serta mandiri. Ia juga mengajari Miyuki tentang harga diri. Akan tetapi, setega-teganya Ibu, tetap saja Michiyo menangis ketika melihat Miyuki berdarah saat berlatih sepeda. Atau setidaknya memiliki dorongan --yang amat sangat ia tahan-- untuk menolong anaknya. 

Coba perhatikan juga nilai etos kerja yang tinggi yang diwariskan dari Michiyo terhadap Miyuki. Meskipun cacat secara fisik, bukan menjadi alasan bagi Miyuki untuk bergantung secara finansial kepada Ibunya. Ia ingin menjadi perawat panti jompo. Lalu, mau beralasan apalagi bagi orang yang berfisik normal untuk tidak mandiri?

PS: gambar diambil dari sini

Sunday, August 5, 2012

Tumis Gurame

Bahan:

  • 1 ekor ikan gurame (800-700 gr), bersihkan, dan sayat sedikit daging di bagian sisi badannya
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • Garam halus secukupnya
  • Tepung maizena secukupnya, untuk melumuri ikan
  • Minyak untuk menumis dan menggoreng
Untuk tumisan:
  • 3 siung bawang putih, iris halus
  • 5 butir bawang merah, iris halus
  • 5 buah cabai merah gemuk, buang bijinya, iris serong. [kalau nggak ada, ganti saja dengan cabai merah keriting. Bijinya nggak usah dibuang, malah lebih enak]
  • 5 buah cabai hijau gemuk, buang bijinya, iris serong  [Bijinya nggak usah dibuang, malah lebih enak]
  • 1 ruas ibu jari lengkuas, iris tipis
  • 3 lembar daun salam [saya hanya menggunakan 1 lembar]
  • 2 sdm saus tomat
  • 2 batang daun bawang, iris tipis serong
  • garam & gula pasir secukupnya
  • [saya menambahkan 3/4 sdt saus tiram untuk resep ini]
  • Air secukupnya
Cara membuat:

Tuesday, July 31, 2012

Lessons Learned From Al Baqarah 104-114 (Taken From Al Mishbah)



Ayat 104:

"Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu katakan 'Raa'inaa', tetapi katakanlah : 'Unzhurnaa', dan dengarlah. Bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih."

Ayat ini menasehati umat muslim untuk membuktikan keimanan antara lain dengan mengatakan unzhurnaa daripada raa'inaa, kemudian menjalankan tuntunan ini maupun tuntunan lainnya. Kedua kalimat tersebut bermakna sama dalam bahasa Arab yaitu "perhatikanlah keadaan atau kemampuan kami". Kata serupa ra'inaa dalam bahasa Ibrani bermakna makian.

Ayat 105:

"Orang-orang kafir dari Ahl al Kitaab dan orang-orang musyrik tidak senang dengan diturunkannya sedikit kebaikan (pun) kepada kamu dari Tuhan kamu. Allah mengkhususkan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya dan Allah Pemilik karunia yang agung."

Ayat ini mengingatkan kaum muslimin untuk tidak memercayai persahabatan SEBAGIAN Ahl al-Kitaab yang iri dan dengki atas kebaikan yang diturunkan Allah kepada kaum muslimin.

Makna "sedikit pun" dipahami dari kata min dan tanwin pada kata min khairin. Kebaikan yang dimaksud meliputi kebaikan ruhani maupun materi.

Ayat 106-107:

"Kami tidak menasakhkan satu ayat pun, atau Kami menangguhkan (hukum) nya (kecuali) Kami datangkan yang lebih baik darinya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu? Tiadakah engkau mengetahui bahwa kerajaan langut dan bumi adalah milik Allah? Dan tiada bagimu selain Allah satu pelindung maupun satu penolong."

Makna ayat ini dari segi tinjauan hukum menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Secara garis besar, ada 4 kelompok pemahaman, yaitu:

  1. Allah tidak membatalkan satu hukum yang dikandung oleh satu ayat, kecuali Ia mendatangkan ayat lain yang mengandung hukum lain yang lebih baik atau serupa. Penganut paham ini beranggapan bahwa ada ayat-ayat dalam al Qur'an yang tidak berlaku lagi hukumnya, seperti hukum meminum khamr yang tadinya boleh saja diminum (baca an Nahl ayat 67 & al Baqarah ayat 219), kemudian terlarang bila telah mendekat waktu shalat (baca an-Nisaa' ayat 43), kemudian terlarang sama sekali (baca al-Maa'idah ayat 90). 
  2. Allah tidak membatalkan hukum dalam ayat-ayat al Qur'an, melainkan hukum yang diterapkan dari ayat tersebut berubah sesuai dengan perubahan kondisi. Ketetapan hukum terdahulu tetap berlaku jika ada seseorang atau masyarakat yang kondisinya sama atau serupa dengan masyarakat yang pada mulanya berlaku terhadapnya hukum tersebut. Sedangkan, hukum yang baru juga berlaku bagi masyarakat lain yang keadaannya telah berkembang sehingga tidak sesuai lagi baginya hukum yang lama itu.
  3. Ada juga yang memahami kata aayah dalam arti mukjizat. Sehingga pengertiannya menjadi: Kami tidak membatalkan satu mukjizat, atau menggantinya dengan mukjizat yang lain, kecuali yang datang kemudian lebih baik atau serupa dengan mukjizat yang lalu. 
  4. Ada juga yang berpendapat bahwa kata nunsihaa berarti menjadikan manusia lupa. Pendapat ini tidak berarti ada ayat-ayat al Qur'an yang dilupakan Nabi saw. sehingga kini tidak tercatat dalam al-Qur'an, tetapi sesekali beliau terlupa namun tidak seterusnya. 
Ayat ini memiliki keterkaitan dengan ayat 104 mengenai pembatalan, penggantian, pengubahan, penyalinan dll (arti naskh). 

Thursday, July 26, 2012

Bubur Candil Warna

Candil:
300 gr tepung ketan
1/2 sdt air kapur sirih
1/4 sdt garam
150 ml air hangat (saya menambahkannya menjadi 225 ml air hangat)
1 tetes pewarna merah
1 tetes pewarna kuning
1 tetes pewarna hijau

* Supaya hemat, saya hanya mengenakan 2 pewarna, untuk 3 bagian candil. 1 bagian u/ warna merah; 1 bagian warna hijau; dan 1 bagian tanpa pewarna.

Kuah Nangka:
500 ml santan
150 gr gula pasir (saya menguranginya hingga 100 gr, itu saja masih terasa terlalu manis)
2 lbr daun pandan
3 sdm tepung beras, cairkan dengan sedikit air
100 gr nangka, potong bentuk dadu

Sunday, July 22, 2012

Egg Tofu Saus Tiram

Bahan:

30 gr tepung maizena
1/4 sdt garam (saya tambahkan menjadi 1/2 sdt)
1/4 sdt merica bubuk (saya tambahkan menjadi 1/2 sdt)
1 bh egg tofu, potong bulat 2 cm
minyak goreng secukupnya
1 bh bawang bombai, potong-potong
2 siung bawang putih, cincang
1cm jahe, memarkan
200 gr udang, kupas, sisakan ekor (saya mengurangi takarannya menjadi 100 gr)
2 lbr jamur kuping, rendam,potong-potong (saya tambahkan menjadi 4 lbr)
75 gr kubis mini, potong jadi 4 (saya menggantinya dengan 100 gr ceciwis)
2 sdm saus tiram
1 sdt kecap ikan
1 sdm saus tomat

Larutan untuk mencelup tofu:
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
2 sdt tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air

Sunday, July 8, 2012

Romantic Redefenition



Kata 'romantic' dalam kamus bahasa Inggris kerap diasosiasikan dengan fiksi atau angan-angan. Selama ini, saya cenderung malas dengan hal yang romantis. Akan tetapi, dia mampu membuat saya me-redefinisi-kan romantis.

Romantis dalam pandangan saya adalah dimana kami bisa melakukan hal yang 'membumi' dan non fiksi, baik secara berdua maupun melibatkan orang-orang di sekitar kami. Saya sangat menikmati saat kami berdua berdiskusi tentang banyak hal, mulai dari sejarah; budaya; agama; politik. Mulai dari ekonomi makro hingga mikro. Mulai dari hal menyenangkan seperti film & kartun hingga militer. Mulai dari kesehatan hingga game theory. Mulai dari sains hingga ilmu sosial. Mulai dari filosofi hingga seni. Mulai dari ide hingga Standard Operation Procedure (SOP). Terutama, ketika pembicaraan tersebut bukan sekedar kata-kata yang bergantung di langit. Meskipun, definisi romantis antara saya dan ia kerap berbeda :))

Ada empat hal paling romantis yang pernah ia lakukan. Namun, hal teromantis yang membuatku jatuh hati berulang kali adalah ketika ia membicarakan tentang Tuhan & ke-Tuhan-an lalu mengaplikasikannya. Bukan terletak pada atribut, bukan juga pada ritual. Dialah mualaf yang mampu membuatku jatuh cinta berulang kali pada Islam. Maka, segala puji bagi Tuhan semesta alam yang menciptakan manusia beserta akal dan nurani untuk mendefinisikan sesuatu.

Note: Lagu diambil dari Youtube. Bagian depannya di-skip aja, karena mereka nggak langsung nyanyi

Wednesday, June 13, 2012

Resep: Ayam Kecap a la Hongkong

Bahan:

  • 1 ekor ayam kampung
  • 2 ruas (@4 cm) jahe, memarkan
  • 200 ml kecap asin
  • 60 ml mushroom soy sauce
  • 50 gr gula batu
  • 2 buah bunga lawang (pekak)
  • 2 siung bawang putih, tidak dikupas kulitnya
  • 2 buah cabai merah
  • 1500 ml air
Cara Membuat:
  1. Cuci ayam sampai bersih
  2. Masukkan semua bahan lainnya dalam panci. Masukkan ayam, masak selama kurang lebih 15 menit. Matikan apinya. Tutup panci selama kurang lebih 30 menit.
  3. Angkat ayam, potong-potong, susun dalam piring saji. 
Tips:
  • Ayam kampung bisa diganti dengan ayam pejantan. 
  • Agar bumbu lebih meresap & masak lebih cepat, gunakan panci presto.
  • Air sisa rebusan ayam ini bisa digunakan untuk memasak semur telur & tahu.
Selamat mencoba!

Sumber: Winata, Mary. 2007. "Chinese Food: Favorit Ala Resto". PT Gramedia Pustaka Umum. 

Sunday, May 27, 2012

Batik Pekalongan di Mataku

Batik "Kaharsayan Giri"
Sejarah Batik Pekalongan

Batik, jika diamati, bukan hanya selembar kain biasa. Ia telah menyimpan coretan sejarah serta makna dalam goresan yang tertera di atasnya. Setiap peristiwa, peralihan kekuasaan serta perubahan politik, sosial & agama pun tak luput menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan batik. Secara umum, terdapat tiga periode sejarah batik Pekalongan.

Sejarah mencatatkan bahwa batik telah berkembang di Pekalongan pada abad VII-XI Masehi, di bawah kekuasaan Wangsa Syailendra & Sanjaya (Kerajaan Mataram Kuno, Airlangga & Singosari). Kedua Wangsa tersebut beragama Hindu-Budha beraliran Syiwa Tantra & Animisme, maka tak heran ragam hias batik pada masa itu dipengaruhi oleh seni arca, seni ukir & seni percandian yang berkembang di Jawa Tengah & Jawa Timur. Ini merupakan periode pertama. 

Pada periode pertama, contoh motif yang dihasilkan adalah tumpal, ukel, garis lingkaran, ceplokan, padma sabha, gringsing, garis gelombang yang dikenal sebagai motif pilin, meander, swastika, dsb. Bahan pewarna batik Pekalongan Kuno berasal dari alam dengan warna dasar yang didominasi putih & biru kecuali pada batik Jelamprang yang berwarna cerah. Batik pada awal masa ini diproduksi dengan sistem celup ikat kemudian mengalami kemajuan menggunakan teknik lukis atau colet. Fungsi batik lebih kepada alat penunjang peribadatan, medium kosmis, yang menghubungkan antara dua dunia. Dengan ini, batik memperkuat konsep Manunggaling Kawula Gusti

Wednesday, May 16, 2012

How to Survive in a Masculine World (Tips For Women)

Tulisan ini mungkin bisa berguna bagi orang yang dibesarkan dalam budaya feminim, terutama wanita (baca note saya di FB terkait ini) untuk beradaptasi dalam dunia maskulin. Contohnya bisnis. Satu catatan yang dipegang adalah, tidak semua wanita menganut nilai feminim dan tidak semua pria menganut nilai maskulin.


  1. Stop curhat. Dalam dunia maskulin, selalu ada kepentingan. Curhat adalah sesuatu yang 'salah' dalam dunia maskulin kecuali kamu punya kepentingan seperti mendapatkan solusi. Kalau kamu mencari perhatian dengan melakukan curhat, itu adalah BIG NO NO. Kelemahan yang kamu tunjukkan pada lingkungan penganut budaya maskulin akan membuat kamu gampang ditindas dan dipermainkan. 
  2. Show me your power! Hampir sama seperti yang telah dikemukakan di atas. Jangan memperlihatkan ketidakmampuan. Kalau mau sedih atau nangis, cari tempat sepi. Jangan merajuk di tempat umum. Perlihatkan kemampuan yang kamu miliki atau setidaknya itikad baik untuk menyelesaikan masalah dibandingkan hanya menggerutu sepanjang waktu. Terkadang, kamu akan menemui orang - orang yang berusaha mengukur kemampuan kamu dalam dunia maskulin, dengan berbagai cara. 

Friday, April 20, 2012

Selera Pasar



Mengubah sudut pandang yang tadinya hanya sebagai konsumen menjadi pedagang maupun produsen, memerlukan usaha & energi yang besar. Saat menjadi pedagang, urusannya adalah menjual barang yang laku di pasaran meskipun tak sesuai dengan selera pribadi. Yang penting laku, asal duit berputar lalu berkembang.

Beda lagi ketika menjadi produsen. Ada unsur ego yang dimasukkan saat memproduksi barang agar diterima oleh pasar. Selera gue gini, kalau nggak mau ya cari yang lain. Kualitas produk pun lebih diperhatikan, meskipun tak semua produsen setuju terhadap hal ini, karena setiap produk pasti ada pasarnya.

Saturday, March 10, 2012

Survival of The Fittest

Pernah, suatu hari, saya terbangun dengan pertanyaan:

'Apa yang akan saya lakukan ketika orang-orang terdekat saya tak ada lagi di dunia fana ini? Bisakah saya bertahan hidup? Apa yang saya miliki untuk bertahan hidup?'

Pemikiran tersebut tak hanya datang sekali. Lalu muncullah sebuah tekad untuk memperbanyak kemampuan diri dengan tujuan bertahan hidup. Sejak beberapa bulan yang lalu, saya mulai mempelajari beberapa hal dan mencoba mempraktekkannya. Cuma untuk bertahan hidup.

Tapi, ketika orang-orang di sekitar mempertanyakan alasannya, mereka tak dapat menerima ide bahwa saya melakukan itu untuk bertahan hidup, terutama jika mereka suatu saat dipanggil oleh Pemilik nyawa. Sebagian dari mereka berpikir bahwa itu adalah suatu ide yang kasar, terlalu jauh.

Hm, lalu apa definisi dari kasar? Jauh? Bukankah kematian itu hal yang terdekat bagi setiap yang bernyawa? Bukankah warisan terbaik yang bisa ditinggalkan manusia adalah ilmu? Menurut mereka, itu bukan cara seorang Jawa dalam menjawab pertanyaan, terlalu kasar. Err, Jawa bagian mana? Bukankah kebudayaan Jawa bagian pedalaman dan pesisir itu berbeda?

'Perkataan tadi bisa kamu terapkan kalau kamu hidup di negara Barat! Seharusnya kamu jawab saja untuk bisa mendapatkan uang dari ketrampilan tersebut', begitu tanggapan salah satu dari mereka.

'Kenapa kamu mikirnya jelek begitu? Hati-hati dengan omongan, bisa jadi doa' ujar yang lain.

Hm, saya tidak pernah mendoakan yang terburuk bagi orang-orang terdekat saya. Saya hanya ingin mempersiapkan diri. Apa yang salah dengan mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan? Toh orang Aceh juga tak pernah berharap bahwa banyak keluarganya meninggal ketika terjadi tsunami kan? Tapi setelah tsunami usai, mereka harus bertahan hidup. Begitupun dengan Bangsa Jepang setelah gempa besar 2011....

Hm, saya hanya berusaha mengambil setiap nilai dari berbagai kebudayaan yang menurut saya sesuai dengan konsep pribadi saya. Tak masalah apakah itu dari Barat atau Timur. Terkait motif ekonomi, IMO, hanya salah satu alat untuk bertahan hidup.

Saya tak berniat untuk melukai mereka dengan jawaban kebutuhan saya untuk bertahan hidup tadi. Tapi entah kenapa beberapa orang sangat tersinggung.  Rupanya, dalam suatu komunitas yang dihubungkan dalam darah sekali pun, tidak menjamin seluruh anggotanya memiliki konsep nilai yang sama. Tapi saya percaya, masih ada individu-individu di luar sana yang memiliki irisan pemikiran & nilai, meskipun tak pernah bertatap muka sebelumnya. Dan, nilai itu bisa saja berubah & berkembang, sesuai dengan keadaan.

Friday, February 24, 2012

Memaknai Bahasa



Bahasa merupakan tools yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan manusia yang lain. Ia dapat menjadi alat propaganda/alat penyebar ide, alat pengendali kesadaran maupun alam bawah sadar (hipnotis), maupun sebagai alat identitas. Cara paling mudah untuk mengetahui dengan siapa kita berhadapan adalah dengan membaca tulisannya dan mengamati tema besar dari pemikirannya. Lalu cross check dengan kenyataan di lapangan.

Wanita pada umumnya menggunakan bahasa tersembunyi yang terkadang bisa disalahartikan oleh lawan bicaranya.

Dampak kesalahan penafsiran bahasa bisa beragam, mulai dari kebingungan; kehilangan pekerjaan; kehilangan transaksi/uang; hingga kehilangan nyawa.  Maka, berhati-hatilah ketika berbahasa :)