Saturday, December 18, 2010
Lessons Learned From Forever Strong Movie
Beberapa hari yang lalu, saya menyempatkan untuk menonton film Forever Strong. Sebuah film yang diangkat berdasarkan kisah Larry Gelwix, pelatih rugby. Cukup bagus, karena mengandung beberapa pelajaran, plus di film ini ada eye candy kesukaan saya, Sean Farris *ups!* :D.
Jadi, apa saja yang saya pelajari dari film ini?
Jadi, apa saja yang saya pelajari dari film ini?
Sunday, December 12, 2010
Melirik Will Hamilton, Bryan Mills, Michael Westen & Seeley Booth
Kabar heboh! Saya baru saja bermain mata dengan empat lelaki sekaligus! Ganteng? Hmmm... Tergantung definisi kamu tentang ganteng. Keren? Banget!
Siapa saja korban terbaru lirikan maut saya?
Siapa saja korban terbaru lirikan maut saya?
Saturday, December 11, 2010
Lelaki Terbaik dalam Falsafah Jawa
Kawruhana satriya tuhu utama
Tansah ngayomi keng garwa
Linambaran rasa tresna
Tansah pinter angupaya
Sifate sabar narimo
Sesrawungan laku jujur nora cidra
Nadyan bener wani ngalah
Mula padha tumindakna ing bebrayan
Iku satriya utama
Arti:
Wanita Terbaik dalam Falsafah Jawa
Kawruhana wanita laku utama
Tindak tanduknyo utami
Mring kakung tansah ngajeni
Gemi lan sarta nastiti
Sifate sabar narimo
Sesrawungan laku jujur nora cidra
Nadyan bener wani ngalah
Mula padha tumindakna ing bebrayan
Iku wanita utama
Arti:
Friday, December 10, 2010
Mimpi-Mimpi
Setiap kali saya menetapkan sebuah mimpi, ada perasaan yang rumit menetap dalam diri. Sebuah perasaan senang luar biasa, khawatir, serta muncul denyar jantung yang memadukan keduanya. Mungkin orang bisa menyebutnya adrenalin.
Menariknya, saya memiliki sebuah kebiasaan untuk berpikir menyiapkan diri jika cita tak dapat diraih. Saya tipe orang yang cenderung optimis, tapi saya harus berusaha sekuat tenaga untuk menyuruh hati agar tetap realistis. Ya, hati. Bukan logika. Karena logika saya biasanya memilih bersikap apatis *huehehe*.
Akhir-akhir ini, perang antara logika dan hati saya semakin seru. Hal ini dikarenakan munculnya peluang yang semakin besar dalam mewujudkan berbagai mimpi saya. Seolah mimpi-mimpi itu sudah terlihat warnanya, tapi belum jelas bentuknya. Seolah ia menunggu untuk diraih sedikit lagi. Ah, luar biasa menyenangkan dan mendebarkan.
Jika saya dapat menggambarkan aroma dari semangat yang timbul dari mimpi, maka saya akan memilih aroma vanilla yang bercampur dengan hangatnya aroma kue yang baru saja dipanggang dengan almond dan kayu manis serta dicampur aroma teh melati. Bingung bagaimana jadinya? Hahaha.... Tak perlu, karena aroma semangat itu berbeda bagi tiap orang.
Dan oh.... Semakin hari aroma itu semakin tajam, dan semakin menimbulkan sensasi yang hmmm... tak terlukiskan.
#Ditulis pada sebuah malam yang makin larut karena mabuk aroma semangat dan sedang dalam masa labil karena melihat peluang mewujudkan hampir sebagian besar mimpi-mimpi semakin besar. Bersyukur karena nikmat-Nya yang semakin deras mengalir dan masih saja terkagum-kagum serta terheran-heran atas kerja Sang Pencipta :)
Saturday, December 4, 2010
Mendidik Wanita Dapat Melawan Kemiskinan?
The best way to fight poverty and extremism is to educate and empower women & girls (Nicholas Kristof, jurnalis AS, pemenang 2 Pulitzer Prizes)
Haloooooo! Di note kali ini saya mau berbagi ilmu yang saya dapat dari tayangan Oprah minggu lalu di Metro TV. Daripada dipikir sendiri dan bikin penuh otak saya, mending saya tuangkan disini *dan berharap ada yang ketularan pusing. hehehehe*
Begini Bapak & Ibu yang saya hormati, Oprah and her gang lagi asik 'ngerumpi' tentang pentingnya untuk punya mimpi *Jiii, ini mah pembahasan Oprah dari jaman dulu kaleeee* dan pentingnya pendidikan bagi kaum wanita. Oke, hal yang terakhir disebut juga udah basi, karena hampir semua orang juga tau kalau pendidikan itu penting dan tak terbatas oleh gender. *Really? Kalau hampir semua orang tau, kenapa praktek di lapangan berbicara berbeda? :D*
Di lingkaran gosip kali ini, Oprah menghadirkan salah dua pembicara yang menyusun buku 'Half The Sky'. Mereka adalah Nicholas Kristof dan istrinya, Sheryl WuDunn. Nah, ada beberapa hal yang menarik dari percakapan mereka yang membuat otak saya gatal *gak konsisten, katanya pusing sekarang gatal*, yaitu:
Saturday, November 27, 2010
Me & My Own Version of Bima
Suka nonton wayang kulit?
Kalau aku, hmmmm, entahlah.... Hahaha.... Dibilang suka, tapi jarang banget nonton (halah, bilang aja cuma bisa dihitung dengan jari. Itupun lewat TV :)) ) Dibilang enggak suka, tapi saya suka banget sama beberapa tokohnya (gak terlalu relevan :)) )
Nah, dalam pewayangan, saya tentu saja menyukai Pandawa, sama seperti semua orang (sok tau). Pandawa terdiri dari lima kakak beradik satu ayah beda ibu yang gemar membela kebajikan.
Kalau aku, hmmmm, entahlah.... Hahaha.... Dibilang suka, tapi jarang banget nonton (halah, bilang aja cuma bisa dihitung dengan jari. Itupun lewat TV :)) ) Dibilang enggak suka, tapi saya suka banget sama beberapa tokohnya (gak terlalu relevan :)) )
Nah, dalam pewayangan, saya tentu saja menyukai Pandawa, sama seperti semua orang (sok tau). Pandawa terdiri dari lima kakak beradik satu ayah beda ibu yang gemar membela kebajikan.
Wednesday, November 24, 2010
Cantik Itu...
Aku lebih suka dibilang pintar, daripada cantik, dek.Kata-kata kerabatku itu terus terngiang di telingaku sejak Senin siang. Sepanjang perjalanan dari tempat makan hingga detik ini, aku terus berpikir tentang konsep kecantikan. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan cantik? Coba kamu tengok dalam kamus , maka sebagian besar akan mengaitkannya dengan keelokan wajah. Hmmm.... Tapi tampaknya saya punya definisi yang berbeda tentang kecantikan.
Wednesday, November 17, 2010
Celoteh Adek (3): Anggaran Negara
Tadi siang, terdapat sebuah 'perdebatan kusir' antara Mama dan Adek.
Adek: Kemarin aku dapat pertanyaan dari dosen, 'seandainya kamu jadi pejabat dan diberi akses kepada anggaran negara, apa yang kamu lakukan?'
Trus aku jawab, 'Hmmm.... Aku pilih untuk menambah anggaran buat pertahanan negara a.k.a militer
Saya: Kenapa?
Adek: Nih ya, aku baca di buku-buku, trus kata orang-orang suatu negara itu butuh militer yang kuat supaya gak diinjek-injek. Coba aja tuh Indonesia, diinjek-injek terus kan sama Malaysia. Itu karena Indonesia gak punya militer yang kuat, jadi ketika dikonfrontir dengan Malaysia dengan menggayang mereka, waaahhh..... Bisa kalah kita, karena biaya perang itu mahal.
Mama: Kalau Mama sih lebih pilih untuk memperbesar pendidikan. Masak ntar negara kita militernya kuat, tapi orang-orangnya miskin dan bodoh?
Adek: Lho, tapi militer itu penting banget *Gak mau kalah*
Dan mereka pun berdebat......
Tanpa ditanya oleh Adek maupun Mama *hiks*, saya berkata bahwa jika saya diberi akses ke anggaran negara, saya masih bingung untuk memutuskan antara kesehatan dan pendidikan. Alasannya karena pendidikan itu amat esensial, *eh tapi nampaknya masih bisa diupayakan lewat institusi paling kecil bernama keluarga*. Sedangkan kesehatan juga penting, karena untuk bisa berkarya, kita harus sehat terlebih dahulu.
Nah, apa yang Anda lakukan Anda diberi akses kepada anggaran negara dan diharuskan untuk memilih satu bidang yang paling Anda anggap krusial?
Adek: Kemarin aku dapat pertanyaan dari dosen, 'seandainya kamu jadi pejabat dan diberi akses kepada anggaran negara, apa yang kamu lakukan?'
Trus aku jawab, 'Hmmm.... Aku pilih untuk menambah anggaran buat pertahanan negara a.k.a militer
Saya: Kenapa?
Adek: Nih ya, aku baca di buku-buku, trus kata orang-orang suatu negara itu butuh militer yang kuat supaya gak diinjek-injek. Coba aja tuh Indonesia, diinjek-injek terus kan sama Malaysia. Itu karena Indonesia gak punya militer yang kuat, jadi ketika dikonfrontir dengan Malaysia dengan menggayang mereka, waaahhh..... Bisa kalah kita, karena biaya perang itu mahal.
Mama: Kalau Mama sih lebih pilih untuk memperbesar pendidikan. Masak ntar negara kita militernya kuat, tapi orang-orangnya miskin dan bodoh?
Adek: Lho, tapi militer itu penting banget *Gak mau kalah*
Dan mereka pun berdebat......
Tanpa ditanya oleh Adek maupun Mama *hiks*, saya berkata bahwa jika saya diberi akses ke anggaran negara, saya masih bingung untuk memutuskan antara kesehatan dan pendidikan. Alasannya karena pendidikan itu amat esensial, *eh tapi nampaknya masih bisa diupayakan lewat institusi paling kecil bernama keluarga*. Sedangkan kesehatan juga penting, karena untuk bisa berkarya, kita harus sehat terlebih dahulu.
Nah, apa yang Anda lakukan Anda diberi akses kepada anggaran negara dan diharuskan untuk memilih satu bidang yang paling Anda anggap krusial?
Tuesday, November 9, 2010
Kompetisi Adalah Hal Yang Menyenangkan
Aku: Kompetisi adalah hal yang menarik. Dibutuhkan kejelian dalam menilai pasar, product dan dan peluang. Permasalahannya, tak semua orang dapat melihat peluang dan menaksir harga dari produk. Jika produk sudah mulai ramai dibicarakan (jadi trend) dan sudah ditawar oleh kompetitor, terkadang pemain baru menyadari harga dari produk tersebut. Sayang sekali. Peluang emas itu jarang datang dua kali, Bung.
Bung Bijak: Oh, saya tidak akan membahas tentang peluang. Saya hanya akan menyorot dari segi strategi untuk mengalahkan kompetitor. Untuk bisa memenangkan sebuah kompetisi, Anda harus mengetahui pemikiran dari lawan.
Aku: Ngaco! Dari mana kita bisa mengetahui pemikiran orang lain, jika kita tak dapat memahami pikiran kita sendiri? :D
Bung Bijak: Ah, kalau Anda tak pernah mengalaminya, lebih baik Anda diam saja. Ya, Anda harus bisa membaca pikiran lawan, selicik apapun selugu apapun. Tapi bukan berarti saya menyuruh Anda untuk bermain licik. Tidak, sama sekali tidak. Saya justru menyarankan Anda untuk main cantik. Ada kepuasan tertentu jika Anda dapat bermain 'jujur' dan menang ketimbang menggunakan cara licik lalu menang.
Aku: Hahaha.... Permasalahannya, hanya sedikit orang 'jujur' yang menang, Bung.
Bung Bijak: Ya, sedikit tapi tetap ada kan? :P. Dan tahukah Anda hal terbaik yang bisa Anda lakukan selain memenangkan sebuah kompetisi? Yaitu menciptakan kompetisi itu sendiri. Kekekekek.....
#Percakapan Imajiner dengan Bung (Sok) Bijak akibat munculnya pemain lama, yang mulai terlupakan, dalam memperebutkan pangsa pasar yang sama dengan pemain baru yang sedang baik daun. namun produk yang ada sudah dikemas dengan berbeda. Eits, pangsa pasar sama tapi ada pergeseran perilaku konsumen yang sangat drastis dalam jangka waktu yang relatif pendek. Bingung bagaimana itu bisa terjadi? Tak mengapa, memang sengaja membuat bingung. Hehehehe.....
# Berminat memetakan posisi saya dalam lingkungan kompetitif tersebut? Mariiii.....
#Bung (Sok) Bijak adalah karakter fiktif :D
Bung Bijak: Oh, saya tidak akan membahas tentang peluang. Saya hanya akan menyorot dari segi strategi untuk mengalahkan kompetitor. Untuk bisa memenangkan sebuah kompetisi, Anda harus mengetahui pemikiran dari lawan.
Aku: Ngaco! Dari mana kita bisa mengetahui pemikiran orang lain, jika kita tak dapat memahami pikiran kita sendiri? :D
Bung Bijak: Ah, kalau Anda tak pernah mengalaminya, lebih baik Anda diam saja. Ya, Anda harus bisa membaca pikiran lawan, selicik apapun selugu apapun. Tapi bukan berarti saya menyuruh Anda untuk bermain licik. Tidak, sama sekali tidak. Saya justru menyarankan Anda untuk main cantik. Ada kepuasan tertentu jika Anda dapat bermain 'jujur' dan menang ketimbang menggunakan cara licik lalu menang.
Aku: Hahaha.... Permasalahannya, hanya sedikit orang 'jujur' yang menang, Bung.
Bung Bijak: Ya, sedikit tapi tetap ada kan? :P. Dan tahukah Anda hal terbaik yang bisa Anda lakukan selain memenangkan sebuah kompetisi? Yaitu menciptakan kompetisi itu sendiri. Kekekekek.....
#Percakapan Imajiner dengan Bung (Sok) Bijak akibat munculnya pemain lama, yang mulai terlupakan, dalam memperebutkan pangsa pasar yang sama dengan pemain baru yang sedang baik daun. namun produk yang ada sudah dikemas dengan berbeda. Eits, pangsa pasar sama tapi ada pergeseran perilaku konsumen yang sangat drastis dalam jangka waktu yang relatif pendek. Bingung bagaimana itu bisa terjadi? Tak mengapa, memang sengaja membuat bingung. Hehehehe.....
# Berminat memetakan posisi saya dalam lingkungan kompetitif tersebut? Mariiii.....
#Bung (Sok) Bijak adalah karakter fiktif :D
Monday, November 8, 2010
Laporan Program Sosial JAMBUL (September-November 2010)
Aswrwb. Sahabat, jumpa lagi dalam laporan berkala program sosial JAMBUL :D. Buat yang lupa, sekarang formatnya diubah per tiga bulan sekali. *Jiii, menuduh orang pelupa, padahal diri sendiri pelupa! Hehehehe*
Nah, apa saja perkembangan dari Kecamatan Bubulan terkait program JAMBUL?
Wassalaam.
--Mutya Dyan Asthami--
Nah, apa saja perkembangan dari Kecamatan Bubulan terkait program JAMBUL?
- Hingga bulan Oktober, telah tersedia 2417 jamban sehat bagi 3845 KK. *Lho, bukannya waktu itu terdapat 3609 KK? Yah, namanya juga manusia, pasti berkembang biak :D *. Jadi, sejauh ini telah 62,86% kebutuhan jamban sehat yang terpenuhi.
- Jumlah 62,86% tersebut di-breakdown menjadi: 72,24% di Desa Bubulan; 86,43% di Desa Cancung; 45,62% di Desa Clebung; 41,77% di Desa Sumberbendo; dan 52% di Desa Ngorogunung. Sebuah wilayah dinyatakan berstatus Open Defecation Free (ODF) jika jumlah jamban sehat mencapai 95%.
- Rata-rata pemasangan per bulan adalah 4 buah jamban. Hmmm, tampaknya cukup lambat.
- Sudah ada Peraturan Desa (perdes) yang mengatur tentang denda bagi para warga yang buang hajat di alam terbuka. Selain itu, perdes ini juga menyuruh agar setiap pasangan yang hendak menikah untuk menyediakan jamban sehat, setidaknya untuk keluarganya kelak. Jika sudah memiliki, maka diharapkan mereka menyumbang bagi warga lain yang membutuhkan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, sistem denda tidak berlaku secara efektif. Belum ditetapkan besarnya denda yang akan dikenakan bagi para warga.
- Penyuluhan tentang sanitasi masih dilakukan oleh Dr Erni dan tim di sekolah-sekolah, pertemuan PKK, maupun pertemuan warga di Balai Desa. Menariknya, ada pemutaran film berjudul 'Mendadak Mules' *heu, kreatif ya judul filmnya* bagi anak-anak SD. Film itu dibuat oleh pemerintah pusat sebagai bahagian dari program STOP (Sanitasi Total dan Pemasarannya)
Wassalaam.
--Mutya Dyan Asthami--
Friday, November 5, 2010
Wednesday, November 3, 2010
Celoteh Adek (2): Sudah Waktunya
Sewaktu mengerjakan tugas dengan teman-teman kuliah, Adek memperhatikan salah seorang temannya yang tak berhenti menghembuskan asap rokok.
Adek: 'Eh, lo ngapain sih ngerokok terus, gak berhenti-berhenti?'
Teman: 'Fuuhhhh (sambil menghembuskan asap rokok) Gini ya De, orang kalau udah waktunya mati ya mati aja. Gak peduli apakah harus karena rokok atau enggak.'
Adek: 'Oh, gitu ya. Jadi kalau kita lagi lewat rame-rame, trus ngeliat lo lagi megap-megap karena asap rokok, kita bilang aja 'Eh, tuh si Deni (bukan nama asli) udah waktunya (mati) tuh. Oh ya udah yaaaa.... Kita lewat aja tanpa tolongin lo gitu?'
Teman: ==Mukanya kecut gak bisa ngomong==
Teman-teman: Huaaaahahahahahaha.......
Jadi berpikir, setiap orang pasti mati, tapi apakah mereka juga diberi kesempatan untuk memilih dengan cara apa mereka mati? :)
Adek: 'Eh, lo ngapain sih ngerokok terus, gak berhenti-berhenti?'
Teman: 'Fuuhhhh (sambil menghembuskan asap rokok) Gini ya De, orang kalau udah waktunya mati ya mati aja. Gak peduli apakah harus karena rokok atau enggak.'
Adek: 'Oh, gitu ya. Jadi kalau kita lagi lewat rame-rame, trus ngeliat lo lagi megap-megap karena asap rokok, kita bilang aja 'Eh, tuh si Deni (bukan nama asli) udah waktunya (mati) tuh. Oh ya udah yaaaa.... Kita lewat aja tanpa tolongin lo gitu?'
Teman: ==Mukanya kecut gak bisa ngomong==
Teman-teman: Huaaaahahahahahaha.......
Jadi berpikir, setiap orang pasti mati, tapi apakah mereka juga diberi kesempatan untuk memilih dengan cara apa mereka mati? :)
Celoteh Adek (1): Dilema
Di suatu siang di rumah adek kandung dari kakek, muncullah sebuah studi kasus yang menarik.
Lagi nunggu tuan rumah keluar. Tiba-tiba....
Adek: 'Mbak, kalau kamu punya anak terus dia pengen ikutan dugem sama temennya, kamu mau apa?'
Lagi nunggu tuan rumah keluar. Tiba-tiba....
Adek: 'Mbak, kalau kamu punya anak terus dia pengen ikutan dugem sama temennya, kamu mau apa?'
Subscribe to:
Posts (Atom)







